FROM ZERO TO HERO: (Sebuah Upaya Merintis Jalan Terang Gerakan Literasi Pada SMPN 7 Maret Hadakewa Kabupaten Lembata - NTT)
Memahami Esensi Gerakan Literasi Nasional (GLN)
Gerakan literasi sesungguhnya terdiri dari dua kata yang berbeda yakni ‘gerakan’ dan ‘literasi’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘gerakan’ merujuk pada sebuah aktifitas manusia, upaya, usaha atau kegiatan dalam kehidupan sosial. Sementara kata ‘literasi’, secara etimologis diambil dari kata Bahasa Latin ‘Literatus’ yang berarti orang yang belajar. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa Gerakan Literasi merupakan sebuah gerakan besar yang dilakukan oleh manusia sebagai makluk sosial pembelajar.
Dengan demikian, menulis dan membaca merupakan aktifitas yang paling pertama dan utama yang dituntut dalam gerakan tersebut. Dalam perkembangan dan penerapannya, konteks gerakan literasi tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca dan menulis semata, melainkan juga yang berkaitan dengan bidang kebudayaan, ekonomi, politik, keuangan, pemerintahan dan teknologi informasi.
Sejak awal tahun 2016, Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan mulai gencar menggalakan program-program gerakan literasi secara nasional, masif dan spesifik di seluruh wilayah tanah air. Gerakan ini digiatkan sebagai bagian dari implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Sejak saat itu, Gerakan Literasi Nasional merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antarunit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia. Gerakan ini akan dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak, mulai dari ranah keluarga sampai ke sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Meningkatkan literasi bangsa perlu dibingkai dalam sebuah gerakan nasional yang terintegrasi, tidak parsial, sendiri-sendiri, atau ditentukan oleh kelompok tertentu.
Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, pegiat literasi, orang tua, dan masyarakat. Oleh karena itu, pelibatan publik dalam setiap kegiatan literasi menjadi sangat penting untuk memastikan dampak positif dari gerakan menciptakan manusia Indonesia yang literat.
Hingga kini, hakikat ber-literasi secara kritis dalam masyarakat demokratis diringkas dalam lima verba: memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasi teks. Kesemuanya merujuk pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis dalam diri seorang manusia Indonesia.
Kecakapan Literasi Dasar (Baca-Tulis): Sebuah Upaya Tumbuhkan Embrio GLS
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya masif, terstruktur, dan menyeluruh dalam sebuah komunitas satuan pendidikan, di mana ada pelibatan dan kerjasama aktif antar semua stakeholder pendukung pendidikan di sekolah tersebut. Oleh karena ini adalah sebuah gerakan, maka seluruh warga sekolah beserta segala komponen lain yang turut ada di dalamnya, mesti bergerak bersama.
Menurut kamus online Merriam – Webster, Literasi itu sendiri merupakan suatu kemampuan atau kualitas melek aksara di dalam diri seseorang, dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis serta memahami ide-ide secara visual.
Pandangan ini sangat tepat, sebab embrio dari gerakan literasi sekolah itu sendiri sebetulnya terletak pada kecakapan seluruh warga sekolah dalam aksara. Kecakapan membaca dan menulis merupakan kecakapan dasar literasi yang harus ada di setiap satuan pendidikan, dari jenjang dasar hingga lanjutan dan jenjang pendidikan tinggi.
UNESCO (2006) menyatakan bahwa kemampuan keaksaraan (baca-tulis) merupakan merupakan suatu hak asasi bagi setiap individu yang dapat meningkatkan pemberdayaan hidup dalam masyarakat (Literacy intiative For Empowement-LIFE). Hal ini berarti untuk dapat menjadi manusia yang ‘berdaya’ di dalam masyarakat, setidaknya orang harus menguasai kemampuan dasar yang merupakan embrio dari sebuah gerakan literasi yang besar, yakni kemampuan keaksaraan (baca-tulis).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) serta Pusat Data Kemendikbud Tahun 2017 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia yang buta aksara pada usia 15-59 berkisar pada 3.387.053 jiwa atau setara dengan 2,07% dari jumlah penduduk Indonesia (www.kemdikbud.go.id). Kondisi ini menggambarkan bahwa literasi dasar (baca-tulis) masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya sekolah-sekolah beserta kurikulum yang sedang diterapkan di dalamnya.
Sekolah benar-benar menjadi ujung tombak atas gerakan menciptakan masyarakat Indonesia yang literat, yang melek aksara dalam berbagai bidang kehidupan. Implementasi Kurikulum Merdeka yang sangat menitik-beratkan literasi sebagai basis pengembangan sumber daya manusia Indonesia patut diberikan apresiasi. Sebab saat ini, peran lembaga pendidikan menjadi sangat krusial terutama sebagai penentu perubahan manusia di dalam bidang literasi.
Sejak dini, anak-anak bangsa mesti dicerdaskan melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan merdeka, sesuai dengan kultur dan lingkungan setempat. Sekolah harus mampu mengembangkan kurikulumnya sefleksibel mungkin, guna mengakomodasi semua kemampuan dan potensi yang dimiliki anak didik. Pada akhirnya, tujuan pendidikan Nasional yang dicita-citakan yakni mencerdaskan generasi bangsa (literasi dasar) dapat terwujud dan diimplementasikan di setiap satuan pendidikan.
Pada prinsipnya, kurikulum boleh berganti, namun pengembangan literasi dasar tetap harus jadi program utama gerakan literasi di sekolah. Logikanya adalah, untuk bisa mengetahui, memahami dan mengimplemntasikan jenis-jenis literasi yang lain, kecakapan literasi dasar (baca-tulis) warga sekolah harus telah ditingkatkan hingga ambang batas rata-rata. Sebab jika tidak, maka literasi secara global, hanya akan jadi euphoria dan simbol semata tanpa ada bentuk atau pola fisik yang jelas.
SMPN 7 Maret Dalam Geliat Nyalanesia
Sejak didirikan pada tanggal 16 September 2006 silam, SMP Negeri 7 Maret Hadakewa-Kabupaten Lembata-Provinsi Nusa Tenggara Timur telah gencar melakukan berbagai kegiatan pengembangan literasi di sekolah. Tidak mengherankan, oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (waktu itu) telah menobatkan SMPN 7 Maret sebagai salah satu “sekolah model” dalam wilayah Kecamatan Lebatukan-Kabupaten Lembata.
Pelabelan SMPN 7 Maret Hadakewa menjadi salah satu Sekolah Model di Kabupaten Lembata tentu bukan sekedar merupakan penyematan gelar prestasi atau status semata terhadap lembaga pendidikan. Label Sekolah Model, lebih jauh sesungguhnya merupakan sebuah bentuk pengakuan dan apresiasi pemerinta berdasarkan assessment yang panjang, sistematis dan teliti, terkait apa dan bagaimana sebuah sekolah dikembangkan. Salah satunya indikator penentunya adalah pengembangan sumber daya manusia (guru dan peserta didik), melalui gerakan literasi sekolah.
Secara regional maupun Nasional, SMPN 7 Maret Hadakewa dinilai layak menjadi sebuah sekolah model yang mampu melaksanakan pengimbasan kepada sekolah-sekolah lain di sekitarnya (dalam wilayah kecamatan yang sama). Tujuannya adalah, agar sekolah-sekolah lain pun mampu menggunakan potensi derta sumber daya yang dimilikinya guna mengembangkan sekolah menjadi sebuah ladang persemaian generasi bangsa melek literasi.
Seiring berjalannya waktu, sejak akhir tahun 2021 lalu, Nyalanesia sebagai sebuah program gerakan meliterasikan anak-anak bangsa melalui program tulis-baca kreatif pun mulai dikembangkan di SMP Negeri 7 Maret Hadakewa. Sekolah mulai memasukan Nyalanesia dan segala aktifitas literasinya ke dalam anggaran belanja sekolah, serta pembentukan sebuah Bidang baru dalam manejemen sekolah. Bidang baru yang dimaksudkan adalah Bidang Humas, Literasi dan Jurnalistik Sekolah.
Sejak terbentuk dan dikukuhkan melalui SK Kepala SMPN 7 Maret Hadakewa, Bidang ini langsung bergerak dan menghasilkan karya-karya nyata. Tak pelak, dua buku karya siswa dan guru telah berhasil diluncurkan. Selain itu juga, program “Ayo Menulis dan Membaca di Mading” menjadi salah satu program menggerakan literasi secara masif di sekolah. Lebi kurang, ada tujuh buah mading disiapkan oleh pihak sekolah, yang pengelolaannya langsung di bawah Bidang Literasi dan Jurnalistik tersebut, dengan melibatkan OSIS sekolah sebagai subjek kegiatan.
Siswa terlihat sangat antusias membaca karya sendiri maupun karya milik teman yang terpublikasi melalui media majalah dinding sekolah, yang pengelolaannya secara rutin dilaksanakan setiap bulan dengan tawaran tema yang berbeda-beda. Hasil publikasi karya siswa dan juga guru tersebut didokumentasikan secara baik guna dipersiapkan untuk diterbitkan menjadi buku-buku pada waktu mendatang.
Dari progress program literasi di sekolah dapat disimpulkan bahwa Nyalanesia mampu menyalakan api literasi dalam diri warga sekolah SMPN 7 Maret Hadakewa untuk berkreasi dan berinovasi dalam bidang literasi. Nyalanesia telah hadir memberikan motivasi dan inspirasi bagi warga sekolah untuk menulis, membaca dan menghasilkan karya-karya literasi. Nyalanesia benar-benar mitra sekolah yang sangat mutualis.
Simpulan
Gerakan Literasi Sekolah yang digalakan di SMPN 7 Maret Hadakewa sejak awal sekolah didirikan, dapat diibaratkan dengan memulai sebuah langkah awal di titik nol kilometer. Dari titik nol inilah, arah dan gerak langkah sekolah mulai dipatenkan waktu demi waktu. Geliat api literasi mulai bernyala dari titik terkecil, terus merambat dan berkembang hingga menimbulkan nyala dan pancaran sinar yang menerangi dan menarik semakin banyak insan cendikia untuk bergabung di dalamnya.
Data dan fakta menunjukkan bahwa gerakan literasi di sekolah ini bergerak ke arah baik. Praktik baik menumbuhkan dan membudayakan gerakan literasi di sekolah telah menghantar sekolah mendulang prestasi di berbagai event. Prestasi yang patut diberikan apresiasi tinggi adalah kemampuan sekolah mendokumentasikan karya-karya terbaik warganya melalui penerbitan buku. Lebih kurang dua judul buku telah diterbitkan dan ber-ISBN. Deretan karya anak dan guru yang sedang menunggu diterbitkan pun, masih sekian banyak. Hal ini menunjukkan suksesnya gerakan literasi di sekolah.
Lebih dari itu, hadirnya program Nyalanesia melalui Gerakan Sekolah Menulis Buku (BSMB) benar-benar telah memantik spirit warga sekolah SMPN 7 Maret Hadakewa untuk menulis terus dan terus menulis. Di mulai dari media paling sederhana yakni Gerakan Ayo Baca Tulis Di Mading Sekolah, akan jadi budaya sekaligus embrio cikal bakal lahirnya generasi SMPN 7 Maret Hebat Literasi. Meski kecil persentasenya, namun angka ini akan turut menyumbang sekaligus menghapus data statistik 2,07 % masyarakat Indonesia yang masih buta aksara.
Jalan literasi di SMPN 7 Maret Hadakewa memang dimulai dari titik 0 Km. Namun yang pasti, sekolah ini terus bergerak dalam jalan terang membudayakan literasi bagi generasi bangsa. Nyalanya akan semakin terang dan menyinari seluruh insan pendidikan yang berada di dalamnya. Generasi SMPN 7 Maret jelas akan menjadi generasi terang. Generasi Hebat Literasi. Salam literasi!
Sumber:https://www.matapenatimur.com/2022/08/from-zero-to-hero-sebuah-upaya-merintis_44.html
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
HARI KEDUA MASUK SEKOLAH DI SEMESTER GENAP SMPN TUJUH MARET GELAR RAPAT KERJA PBD TAHUN ANGGARAN 2026
Hari ini, Senin 5 Januari 2026 merupakan hari kedua masuk sekolah untuk warga SMPN Tujuh Maret Hadakewa. Pada hari kedua ini, digelar Rapat Kerja Sekolah Tahun Anggaran 2026. Rapat Kerj
SMPN Tujuh Maret Hadakewa Sambut Siswa Baru Dengan MPLS Berkarakter
Merdeka, 14/07/2025– Semangat kebersamaan dan pembentukan karakter mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN Tujuh Maret Hadakewa. Kegiatan yang meng
SMPN Tujuh Maret Hadakewa Gelar Penerimaan Raport Semester Genap, di Selingi Hiburan Siswa-Siswi Tahun 2025
[Merdeka, 18 Juni 2025] - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan penerimaan rapor semester genap ini di SMPN Tujuh Maret Hadakewa. Dipimpin langsung oleh Bapak Damianus Daniel Ola , ac
Asesmen Sumatif Akhir Semester SMPN Tujuh Maret Diperpanjang Akibat Kendala Teknis
Merdeka, 13/06/2025 – Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) di SMPN Tujuh Maret harus diperpanjang hingga hari ini, Jumat, 13 Juni 2025. Penundaan ini ter
Hari Pendidikan Nasional 2025 Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
[Merdeka/02/04/2025] – Suasana khidmat dan penuh semangat terasa di lapangan SMP Negeri Tujuh Maret Hadakewa pagi ini. Seluruh siswa, guru, dan staf sekolah berkumpul untuk mengik
Asesmen Akhir Jenjang SMPN Tujuh Maret Hadakewa Hari Ke-5
[Merdeka 28/04/2025] - SMP Negeri Tujuh Maret Hadakewa hari ini melaksanakan Asesmen Akhir Jenjang (AAJ) ke-5 bagi siswa kelas 9. Situasi awal pekan yang baru dengan semangat baru di pa
Hari Pertama Asesmen Tertulis Akhir Jenjang SMPN Tujuh Maret Hadakewa
[Merdeka, 23/04/2025] – SMP Negeri Tujuh Maret Hadakewa pagi ini memulai Asesmen Tertulis Akhir Jenjang bagi Kelas IX. Asesmen Tertulis Akhir Jenjang ini merupakan evaluasi kompre
Rutinitas Di Sekolah SMPN Tujuh Maret Hadakewa Dan Pelaksanaan Ujian Praktek Mata Pelajaran PJOK
[Merdeka/13/04/2025] - Warga sekolah SMPN Tujuh Maret Hadakewa kembali melaksanakan kegiatan rutin dengan melakukan 7K (Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan, Kekeluargaan, Kerama
Semangat Baru di Hari Pertama Pasca Libur Idul Fitri SMPN Tujuh Maret Hadakewa
[Merdeka, 09/04/2025] – Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti SMPN Tujuh Maret Hadakewa pagi ini menyambut kedatangan kembali seluruh siswa, guru, dan staf pegawai set
Pelaksanaan Ujian Literasi Membaca Nyaring dan Membaca Pemahaman Kelas IX SMPN Tujuh Maret Hadakewa
[Merdeka, 13/03/2025] - SMPN Tujuh Maret Hadakewa hari ini melaksanakan Ujian Literasi Membaca Nyaring dan Membaca Pemahaman bagi siswa kelas IX. Ujian yang berlangsung di ruang kelas I
SMPN Tujuh Maret Hadakewa Awali Hari dengan Disiplin, Literasi, dan Kepedulian Lingkungan
[Merdeka, 11/03 2025] – SMPN Tujuh Maret Hadakewa memulai hari ini dengan serangkaian kegiatan positif yang mencerminkan komitmen sekolah terhadap disiplin, literasi, dan kepeduli
Siswa SMPN Tujuh Maret Hadakewa Sukses Gelar Proyek P5 Kearifan Lokal dan Kewirausahaan
[Merdeka, 08/03/2025] - SMPN Tujuh Maret Hadakewa sukses menggelar proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kearifan lokal dan kewirausahaan. Kegiatan ya
Mahasiswa KKN Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) Gelar Kegiatan Edukatif di SMPN Tujuh Maret Hadakewa
[Merdeka, 07/03/2025] - Selama tiga bulan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Baopana,Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, sekelompok mahasiswa IKTL (institut Keguruan Dan
RAPAT KERJA DAN ANGGARAN KEUANGAN AWAL TAHUN 2025 SMPN TUJUH MARET HADAKEWA
Merdeka, 26/02/2025- SMPN Tujuh Maret Hadakewa melaksanakan Rapat Kerja dan Anggaran Keuangan Awal Tahun 2025 di aula SMPN Tujuh Maret Hadakewa. Pertemuan ini dihadiri oleh Oran
RAPAT KERJA DAN ANGGARAN KEUANGANAWAL TAHUN 2025 SMPN TUJUH MARET HADAKEWA
Merdeka, 26/02/2025- SMPN Tujuh Maret Hadakewa melaksanakan Rapat Kerja dan Anggaran Keuangan Awal Tahun 2025 di aula SMPN Tujuh Maret Hadakewa. Pertemuan ini dihadiri oleh Oran
RAPAT KERJA DAN ANGGARAN KEUANGANAWAL TAHUN 2025 SMPN TUJUH MARET HADAKEWA
Merdeka, 26/02/2025- SMPN Tujuh Maret Hadakewa melaksanakan Rapat Kerja dan Anggaran Keuangan Awal Tahun 2025 di aula SMPN Tujuh Maret Hadakewa. Pertemuan ini dihadiri oleh Oran
Rutinitas Harian SMPN Tujuh Maret Hadakewa Rabu 12 Februari 2025
Merdeka, 12/02/2025 - Setelah melaksanakan apel pagi dan doa bersama, SMPN Tujuh Maret Hadakewa mengawali kegiatan pagi ini dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berjalan sejak lam
SMPN 7 Maret Gelar Gerakan Literasi Sekolah untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa
Merdeka, 12/02/2025 - SMPN 7 Maret menggelar Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang telah dimulai sejak Senin, 10 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca da
SMPN 7 Maret Gelar Gerakan Literasi Sekolah untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa
Merdeka, 12/02/2025 - SMPN 7 Maret menggelar Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang telah dimulai sejak Senin, 10 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca da
Apel Pagi di SMPN Tujuh Maret Hadakewa: Semangat Pahlawan dan Rawat Tanaman
Pagi ini Senin 10 Feberuari 2025, pada pukul 07.00 WITTA, apel pagi dilaksanakan di halaman sekolah SMPN Tujuh Maret Hadakewa. Diikuti oleh seluruh warga sekolah SMPN Tujuh Maret