Merdeka, 13/5/2023
Perubahan kurikulum dan teknologi pembelajaran mengharuskan seorang guru wajib mengambil langkah-langkah antisipatif agar dapat menyesuaikan diri serta ikut berubah dan berkembang di dalamnya. Implementasi Kurikulum Merdeka dalam masa pandemi covid-19 benar-benar membawa dunia pendidikan ke dalam sebuah paradigma berpikir baru. Guru tidak lagi menjadi seorang pendidik yang konvensional (menyiapkan dokumen pembelajaran, berdiri di depan kelas, mengajar, mengevaluasi, refleksi) melainkan lebih dari pada itu, guru dituntut harus benar-benar menguasai kompetensi Abad 21 seperti critical thinking and problem solving, communication, collaboration, creativity, global citizenship, dan leadership. Kompetensi-kompetensi ini mesti dimiliki oleh setiap pendidik, sebelum pada akhirnya diajarkan ke setiap peserta didik. Implementasi kurikulum merdeka juga menuntut guru harus berada dalam ruang digital yang tak terbatas. Guru dalam mempersiapkan dirinya menjadi seorang pengajar profesional (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, refleksi dan tindak lanjut), harus benar-benar mengusai dunia IT.
Dalam konteks Implementasi Kurikulum Merdeka, pertama sekali guru mesti menjadi seorang "pembelajar", sebelum pada akhirnya "mengajar" di depan kelas. Menjadi seorang guru pembelajar berarti guru harus terus mengkapasitasi dirinya atau membuat seluruh dirinya (fisik dan psikis) menjadi semakin berbobot sepanjang hayat (Lifelong Learning). Menjadi guru pembelajar juga dimaknai sebagai sebuah proses "reinkarnasi" atau masuk kembali ke dalam dunia nyata para murid di masa sekarang. Dengan demikian, diharapkan guru akan jadi rekan "rekan pembelajar" yang baik bagi anak-anak didiknya. Guru akan mengenal betul anak-anak didiknya sesuai dengan kemampuan dan kharakteristiknya masing-masing.
Menjawabi tuntutan guru harus belajar sepanjang hayat guna mengkapasitasi dirinya dalam Kurikulum Merdeka, maka pihak SMPN 7 Maret Hadakewa hari ini, Sabtu, 13/5/2023, sukses melaksanakan kegiatan "Guru Belajar Melalui Komunitas". Diketahui bahwa untuk memahami substansi Kurikulum Merdeka, guru harus secara individu maupun kolektif di dalam komunitas-komunitas pendidik yang ada di sekolah, MGMP, maupun MKKS harus bisa belajar bersama, saling melengkapi dan mengisi guna mendapatkan pemahaman yang baik tentang bagaimana Kurikulum Merdeka harus diterapkan. Salah satu referensi atau sumber belajar para guru adalah melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Guru di SMPN 7 Maret Hadakewa hari ini adalah bersama-sama membahas topik "Membangun Disiplin Positif" yang ada di dalam PMM. Setelah melaksanakan aktifitas menonton tayangan video, mengerjakan tugas, menulis refleksi serta mengerjakan Post Test, para guru SMPN 7 Maret bersama Kepala Sekolah melaksanakan kegiatan diskusi dan sharing terkait praktek baik dan kurang baik yang telah dilakukan oleh para guru terhadap para murid di SMPN 7 Maret Hadakewa selama ini. Refleksi tersebut akan jadi rujukkan bagi para guru dalam membangun disiplin diri yang baik dalam diri peserta didik.
Kegiatan belajar bersama dalam komunitas guru SMPN 7 Maret Hadakewa ditutup dengan merancang aksi nyata serta membangun komitmen bersama pada kegiatan lanjutan di tingkat komunitas di hari Sabtu pekan berikutnya. (melky MM)


