TEMAN BAIK
TEMAN BAIK
Karya. Anna Veronika Toda Wahon

Panggil aku Anna. Aku seorang siswa SMPN 7 Maret Hadakewa. Saat ini aku duduk di bangku kelas VII tepatnya di kelas VII-A. Wali kelas ku yang paling cantik dan baik hati, Ibu Erln, adalah guru idolaku. Entah kenapa, aku selalu nyaman berada di dekatnya. Sifat keibuannya, sungguh membuatku merasa hampir tidak ada perbedaan antara mamaku di rumah dan Bu Erlinku di kelas.
Tapi ceritaku kali ini, bukan tentang Bu Erlin. Melainkan tentang dua orang teman baikku ketika di SD dulu.
Mereka adalah Asty dan dan Rara. Kuingat baik, waktu aku masih duduk di kelas III SD pada SDI Merdeka, kelas kami kedatangan murid baru. Yang pertama adalah Asty. Asty adalah siswa pindahan dari Ile Ape, itu yang kutahu. Keesokan harinya, kelas kami kedatangan lagi satu siswa pindahan. Namanya adalah Rara. Rara merupakan siswa pindahan dari Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Awal kehadiran mereka di kelas adalah waktu-waktu terberat dalam beradaptasi. Teman-temanku di kelas, sepertinya sungkan untuk bergaul dengan mereka berdua. Setiap jam istirahat, kulihat hanya mereka berdua saja yang duduk menepi di bawah naungan pohon Nimba di sekolahku. Ah, kasihan. Mereka sepertinya dikucilkan dari pergaulan. Kalau terus-terusan begini, bisa-bisa mereka tak punya semangat lagi untuk bersekolah.
Aku memberanikan diri untuk menyapa dan membagun pertemanan dengan mereka berdua.
“Hai, namaku Anna. Bolehkah kita berteman?” Sapaku ramah denga senyum tulus.
“Hai, namaku Rara. Senang sekali berkenalan denganmu, Anna,” Rara spontang langsung merespons niat baikku.
“Hello, Anna. Terima kasih. Kami senang, engkau mau jadi teman kami,” timpal Asty ramah.
Singkat kata, kami bertiga akhirnya menjadi sahabat baik. Tak peduli latar belakang daerah kami, prinsip kami adalah bersahabat tidak boleh dilandasi alasan-alasan tertentu, selain dari ketulusan untuk membangun pertemanan.
Kami bertiga terus berteman baik, hingga saat di mana kami ditamatkan dari SDI Merdeka. Di titik ini, kami pun harus berpisah, karena pilihan sekolah. Aku melanjutkan pendidikanku di SMPN 7 Maret, Rara melanjutkan SMPnya kembali ke Mataram, dan Asty pun kembali ke Ile Ape.
Sebelum berpisah, kami berkomitmen untuk tetap jaga pertemanan kami sampai kapan pun. Terima kasih sahabat!
Merdeka, 8/8/2022