GAMANG
syair untuk Guru di HGN 2024
Giat mulai pada asa baru
guruku disaji dengan menu olahan baru di meja kodrat alam dan zaman
racikan dengan bahan dasar warisan eyang bangsa, KHD
guruku diajak berlari mengejar mimpi bernama MERDEKA BELAJAR
setengah jalan kulihat
sebagian mereka tercecer tertatih dalam tuntunan sejawat meniti titian langit
sebagian lagi tersenyum ria sudah mencapai seberang langit dengan kereta bernama penggerak
Guruku perlahan menyibak tabir mimpi besar itu,
dan baru separuh masa ini dihalau maju memutar roda Kurmer
Belumlah jauh melaju musim harus berganti, negeri bertukar penguasa
Guruku gamang, memutar undian nasib hidupnya dengan manisnya janji baru
Guruku terbuai kesejahteraan dan nostalgia lama tanpa dunia langit yang mengganggu
Guruku kini mengunyah liurnya termangu di pendapa rumah besar negeri
Guruku mungkin harus bersiap kembali ke titik mulai baru lagi?
Kutatap wajahnya hari ini
tubuhnya berbalut batik kebanggannya
tegak berdiri menghormat pada sang merah putih
Tangan kirinya mengepit tanda tamat yang dirindu, secarik kertas bernama SERGUR
Kertas itu menjanjikan nikmat yang sudah lama didapat sejawat
tapi batinnya memendam cemas
perihal jam layannya tak penuh takar, pastilah tak datang nikmat
Mengapa nikmat itu tak datang saja pada semua?
Ia menghela nafas dalam, sedalam gerah hati akan pameo lama "ganti sopir ganti plat nomor"
Apalah daya ia hanya seorang guru
Keringatnya bercucuran
mengairi garis garis lengkung wajahnya kuyu dihajar usia
Guruku,
Kubelikan kado ini tanpa kauminta
Tak seberapa besar bandingnya dengan janji sejahteramu
Ini kuberikan di Hari Baikmu ini
Slamat Hari Guru ya...
(Frans Kaona _di HGN 2024)